Love @ School -Chapter 2-

Image

Title: Love @ School Part 2

Author: almahonggi99 (@AlmaSabila_99)

Genre: Romance, Friendship, School life

Length: Part

Rate: 13

Cast: Yoon Bomi (A Pink), Choi Minhwan (FT Island), Song Seunghyun (FT Island)

—————————————

~Bomi POV~

“Bomi-ssi! Awas ada mobil!!!”  aku langsung menoleh kearah barat dan ada mobil yang mau menabrakku dengan kecepatan yang tinggi.

Aku ingin segera berlari tapi badanku seperti mati rasa, tidak bisa digerakkan sedikitpun. Untuk menoleh pun rasanya tidak bisa.

“oh Tuhan selamatkanlah aku!” aku mengerjapkan mataku dan tiba-tiba dari arah belakang ada yang memelukku dan menyelamatkanku. Kami pun terjatuh bersamaan.

Kubuka mataku, dan kulihat Minhwan tengah memelukku. Dia menyelamatkan hidupku! Dialah penyelamat hidupku.

Tiba-tiba darah segar keluar dari dahi Minhwan yang tertutup poni. Aku segera melepaskan pelukannya. Dengan sigap aku menyingkirkan poninya dari dahinya. Dan benar saja, ada luka yang menyebabkan Minhwan terluka.

“Minhwan-shi, ireona” aku mengguncang-guncang tubuh Minhwan yang lemas. Tapi Minhwan tak kunjung bangun. Karena darah yang terus mengalir dari dahinya, mungkin Minhwan kekurangan darah.

“Tolong, siapapun orang yang ada disini tolong aku!” aku berteriak-teriak mencari pertolongan. Akhirnya Seunghyun yang tidak sengaja mendengar teriakkan ku langsung berlari kearah kami.

“Seunghyun-shi, tolong aku bawa dia ke rumah sakit. Dia kekurangan banyak darah” dengan kekhawatiran yang sangat besar aku meminta Seunghyun untuk membawa Minhwan ke rumah sakit terdekat.

Seunghyun segera mengangkut Minhwan dan aku mencari taksi yang kosong.

—————————————

“Minhwan-shi, kenapa aku begitu bodoh dan cengeng ? kenapa aku telah seperti ini? Aku yang telah membuatmu menjadi seperti ini. Mianhae Minhwa-shi.. jeongmal mianhae. Aku sangat menyesal” tidak tahu apa alasannya aku tiba-tiba bicara sendiri layaknya orang gila.

Aku mengusap air mataku yang sudah terlanjur jatuh dan membasahi kedua pipiku.

Tiba-tiba ada yang menepuk pundakku pelan, reflek, aku menoleh dan yang ternyata menepukku adalah Seunghyun.

“ah.. Seunghyun-ssi, apa Minhwan baik-baik saja?” aku bertanya dengan Seunghyun dengan mata berlinangan air mata.

“dia baik-baik saja, hanya perlu istirahat yang banyak saja, dia sudah bangun dari pingsan” Seunghyun mengembangkan senyumnya yang berhasil membuatku kembali tenang dan senang.

“oh..syukurlah kalau begitu.. aku sangat lega” aku mengembangkan senyum.

“nae.. kau mau masuk ke dalam?” tawar Seunghyun.

“nae, keureom” aku mengangguk semangat.

Aku pun mengikuti langkah Seunghyun menuju ruang gawat darurat.

“Minhwan-ssi! Kweenchanayo?” aku langsung berlari kearah Minhwan yang masih terkulai lemas di kasur pasien.

“Bomi-ssi.. nan kweenchanayo..keokchonghajima..” Minhwan mencoba untuk menenangkanku supaya tidak terlalu khawatir padanya, walaupun suaranya masih sangat lemas.

“syukurlah kalau begitu, tapi, kau masih sangat lemas Minhwan-ssi” walaupun Minhwan sudah mencoba untuk menenangkanku, aku tetap saja masih merasa khawatir padanya.

“dia hanya perlu istirahat yang cukup, mungkin untuk seminggu, Minhwan akan izin tidak masuk sekolah” jelas Seunghyun tiba-tiba.

“oh.. arasseo..” aku mengangguk mengerti.

“Minhwan-ssi, kau kan tidak bisa masuk sekolah selama seminggu, jadi bagaimana kalau aku mencatat pelajaran disekolah lalu nanti kuberikan padamu supaya kau tak tertinggal pelajaran. Kau mau?” tawarku pada Minhwan.

“ide bagus, Bomi-ssi!” Seunghyun menyetujui ideku.

“boleh, asal tidak merepotkanmu, Bomi-ssi” Minhwan kurang yakin dengan tawaran Bomi.

“itu tidak akan pernah merepotkanku” jawabku semangat.

“yasudah, terimakasih Bomi-ssi” Minhwan menunjukkan senyum manisnya yang, jujur saja membuatku terpesona.

“ouh… kyeopta.. neomu kyeopta” ujarku dalam hati ketika Minhwan menunjukkan senyum manisnya.

—————————————–

~Normal POV~

Sudah seminggu ini Minhwan tidak masuk dan sudah seminggu ini juga Bomi dan Seunghyun sibuk mencatat pelajaran yang mereka pelajari demi supaya Minhwan tidak tertinggal pelajaran.

“Bomi-ssi, Seunghyun-ssi, kalian sekarang menjadi semakin rajin mencatat pelajaran, ada apa ini, hebat!” Leeteuk seonsaengnim bertanya sekaligus memuji Bomi dan Seunghyun.

“ah..aniya..tidak ada apa-apa, aku hanya ingin mencatatnya saja karena ini penting dan mungkin saja akan keluar ketika ulangan” Bomi beralasan yang berhasil membuat Seunghyun cekikikan.

“yeoja ini pintar membuat alasan yang masuk akal juga” ujar Seunghyun dalam hati.

“oh.. arasseo… silahkan lanjutkan mencatatnya” Leeteuk seonsaengnim mempersilahkan Bomi dan Seunghyun untuk melanjutkan mencatat.

“Nae” jawab mereka serempak.

——————————————-

“Seunghyun-ssi, apa nanti kau bisa menemaniku menjenguk Minhwan lagi?” tanya Bomi pada Seunghyun yang sedang asyik memakan makanan yang baru ia beli di kantin.

“hmm.. sepertinya tidak bisa” jawab Seunghyun singkat.

“wae?” Bomi tampak sangat kecewa mendengar jawaban dari Seunghyun.

“karena aku ada latihan band bersama hyungdeul ku” Seunghyun mengalihkan pandangannya menuju wajah yeoja yang ada di hadapannya.

“oh… tapi, bukannya Minhwan juga anggota band mu?” tanya Bomi penasaran.

“iya memang, tapi mana mungkin Minhwan bisa bermain drum disaat dia sedang sakit?” Seunghyun melanjutkan makannya.

“nae… aku tahu.. jadi, kau kapan bisa menemaniku menjenguk Minhwan?” tanya Bomi sekal ilagi.

“hmm…molla” Seunghyun hanya bisa angkat bahu.

“yasudah.. aku akan menjenguk Minhwan sendiri saja” ujar Bomi akhirnya walaupun dengan wajah pasrah.

“yasudah” jawab Seunghyun.

——————————————-

~Seunghyun POV~

“yasudah.. aku akan menjenguk Minhwan sendiri saja” ujar Bomi akhirnya walaupun dengan wajah pasrah.

“yasudah” jawabku acuh.

Sebenarnya, aku tidak ada acara latihan ataupun acara lainnya. Tapi, tak tau kenapa aku ingin membuat Bomi kesal.

———————————————-

Bomi melangkahkan kakiknya menuju sebuah ruang rawat inap yang berada di rumah sakit yang terletak di Seoul.

Dari belakang, pelan-pelan aku mengikuti langkah Bomi dengan mengumpat-umpat takut ketahuan kalau aku mengikutinya.

Tak lama, Bomi pun memasuki sebuah ruangan yang pada pintunya terdapat sebuah tulisan ‘Tn. CHOI MIN HWAN’.

Aku tak bisa masuk kedalam karena, jika aku masuk, misiku pasti tidak berhasil.

“tunggu dulu, ada apa denganku? Kenapa aku sangat ingin mengikuti dan melihat perkembangan hubungan Bomi dan Minhwan, walau akupun tahu mereka tidak ada hubungan apapun kecuali berteman” aku bertanya dalam hati.

“apa mungkin, hati kecilku yang ingin melakukan ini? Apa mungkin aku mulai menyadari perasaanku, perasaanku terhadap …, Bomi?” aku tertegun sesaat.

“apa? Aku menyukai Bomi? Ada apa dengan aku hari ini?” aku mengacak-acak rambutku bingung.

CEKLEK

Pintu kamar terbuka, aku harus segera mengumpat!

Kulihat, Bomi keluar. Tapi tidak sendiri, melainkan bersama Minhwan disampingnya sambil membawa tas ranselnya. Sepertinya Minhwan sudah dibolehkan pulang hari ini.

“Minhwan-ssi, mau kuantar pulang?” tawar Bomi pada Minhwan sambil sedikit mendongakkan kepalanya pada Minhwan yang lebih tinggi 5 centi dari pada dirinya.

“tidak usah, nanti malah merepotkan kau” Minhwan menolak tawaran Bomi.

“aniya.. kau harus kuantar, nanti kalau ada apa-apa denganmu bagaimana? Kan bisa berabe” Bomi menggeleng-gelengkan kepalanya.

“aku kan sudah sembuh Bomi-ssi, jadi, aku juga sudah baik-baik saja” Minhwan kembali menolak tawaran Bomi.

“uhm.. yasudah, sebagai gantinya, kita pergi ke taman saja” tanpa aba-aba dari Minhwan, Bomi pun langsung menarik tangan Minhwan untuk pergi.

“apa?  Taman?” aku segera mengikuti langkah mereka secara diam-diam.

——————————————–

~Minhwan POV~

Bomi terus menarik tanganku supaya mengikuti langkahnya pergi menuju taman.

“Bomi-ssi, kita akan pergi ke taman apa? Taman bermain, taman kota, atau jangan-jangan, taman kanak-kanak?” aku menebak asal.

“haha… Minhwan-ssi, kau ada-ada saja, yang jelas bukan taman kanak-kanak, tapi taman hiburan seperti Lotte World” Bomi langsung tertawa terbahak-bahak.

“haha.. kukira kita akan ke taman kanak-kanak. eh, taman hiburan?” aku langsung teringat pada kata-kata Bomi tadi, taman hiburan seperti Lotte World?

“nae.. taman hiburan, tak apa kan? Aku sangat ingin pergi ke taman hiburan bersama kau dan Seunghyun, tapi sayangnya, Seunghyun tak bisa karena ada latihan dengan band-nya” Bomi langsung menunjukka wajah melasnya.

“kau sangat ingin pergi bersamaku dan Seunghyun?” tanyaku tak percaya.

“nae, waeyo? Tidak boleh ya?” Bomi lagi-lagi menunjukkan wajah melasnya yang aku yakini dapat membuat namja-namja meleleh (?).

“ani.. tentu saja boleh, kau kan temanku dan kita berteman” aku menunjukkan senyumku supaya Bomi tidak cemberut lagi.

“yeay! Asik! Ayo kita ke Lotte World” Bomi lagi-lagi menarik tanganku untuk mengikutinya ke Lotte World.

“nae” aku pun pasrah saja tanganku ditari olehnya.

———————————————-

~Bomi POV~

Hari ini adalah hari yang paling menyenangkan untukku, karena aku akan bermain di Lotte World sepuasnya bersama Minhwan.

“Minhwan-ssi, kau mau main apa?” tanyaku pada Minhwan yang masih melihat kesekelilingnya.

“hmm.. bagaimana kalau yang itu?” Minhwan menunjukkan jarinya pada sebuah tempat yang didalamnya terdapat permainan yang jika menang, kita akan mendapatkan hadiahnya.

“ayo!” aku menganggukkan kepalaku cepat.

Kami segera menuju tempat yang ditunjuk Minhwan tadi.

“Minhwan-ssi, kau saja yang main, nanti hadiahnya buatku” aku langsung mengambil beberapa panah untuk dikasihkan pada Minhwan.

“nae?” Minhwan tampak terkejut.

“iya, kau yang main” aku mengangguk santai.

“arasseo” Minhwan lalu mengambil panah-panah yang ada di tanganku.

“kau siap tuan?” tanya orang yang memang penunggu tempat itu.

“nae” Minhwan lalu mulai ancang-ancang untuk melemparkan panah pertama supaya tepat sasaran.

SYUT!

Yes! Anak panah pertama berhasil mengenai sasaran. Minhwan memang daebak!

“Yeay! Kau hebat Minhwan-ssi!” aku mengacungkan dua jempolku sambil tertawa.

“haha… gomawo Bomi-ssi”

“Eoh” aku hanya tersenyum.

Permainan menjadi seru  karena Minhwan terus mengenai sasaran dan aku terus mendapatkan boneka.

“wow, Minhwan-ssi, kita sudahi saja ya.. aku terlalu banyak menerima boneka” aku memegang banya boneka di tanganku, mukaku saja sampai tak terlihat karena banyaknya boneka yang menutupi wajahku.

“arasseo Bomi-ssi, maaf kau jadi kerepotan, hehe” Minhwan mengambil sebagian boneka yang kupegang.

“Huft.. akhirnya” aku menghembuskan napas lega.

“mau lanjut ke permainan lainnya?” tawarnya.

“nae” jawabku dengan senang hati.

Kami bermain rollercoaster, niagara, rumah hantu, komidi putar, kincir raksaksa dan yang terakhir adalah beristirahat di taman bunga.

“huaah… bagus sekali taman bunganya” aku langsung berlari kesana-kemari di tengah-tengah hamparan bunga-bunga yang indah.

————————————–

~Seunghyun POV~

“apa mereka tidak capek setelah bermain begitu banyak permainan? Aku saja, yang hanya melihatnya capek” aku bergumam pelan.

“dan sekarang, mereka akan melanjutkan perjalanan ke taman bunga?” aku sudah lelah mengikuti mereka tapi rasanya, aku tak bisa meninggalkan mereka berdua.

“Bomi-ssi!” Minhwan berlari menuju Bomi berada dan segera memegang lengan Bomi.

“mwo? Minhwan memegang lengan Bomi?” aku kaget karena Minhwan melingkarkan lengannya pada lengan Bomi dan Bomi menanggapinya dengan kaget.

——————————————-

~Normal POV~

Minhwan melingkarkan lengannya pada lengan Bomi.

“Mi-Minhwan-ssi?” Bomi yang kaget lengannya tiba-tiba dipegang langsung menolehkan kepalanya pada Minhwan.

“Wae? Kau gak mau aku gandeng?” tanya Minhwan dengan nada sedih yang dibuat-buat.

“a-ani..bukan begitu, aku hanya…” Bomi tidak menghentikan ucapannya.

“hanya apa?” tanya Minwhan bingung.

“aku hanya… tidak percaya” jawab Bomi malu-malu dengan muka yang ditundukkan kebawah.

“Bomi-ssi…” Minhwan memanggil Bomi, reflek, Bomi pun menengok dan tanpa aba-aba..

CHU~

Minhwan mengecup bibir Bomi!

Bomi yang dicium hanya bisa memejamkan matanya tanpa bisa mengucapkan sepatah kata pun.

Di lain tempat, Seunghyun yang melihat adegan yang membuat hatinya hancur itu, langsung menunjukkan wajah cemburu dan shock-nya.

“mwo? Mereka berciuman?” Seunghyun masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang ini.

—————————————————–

~Bomi POV~

CHU~

OMO! Minhwan menciumku!! Ottokhae?

Aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku hanya pasrah dan rela, bibirku menjadi korban.

Aku memejamkan mataku dan berharap tak ada orang yang melihat aku dan Minhwan sekarang ini.

Minhwan melepaskanbibirnya dari bibirku. Aku pun bisa kembali membuka mataku dan menapas dengan lega.

“Mi-minhwan-ssi?” tanyaku tak percaya.

“wae? Kau tak percaya aku men-ciummu?” Minhwan berjalan pelan meninggalkanku yang masih melongo tak percaya.

“apa kau barusan, menciumku?” aku memastikan kejadian yang berlangsung selama sekitar 10 detik itu yang padahal, aku tahu kalau Minhwan memang menciumku.

“nae” jawab Minhwan santai.

“kau yakin?” tanyaku sekalilagi.

“nae.. yakin 100 persen!” Minhwan mulai kembali berjalan mendekatiku.

——————————————

~Normal POV~

“Bomi-ssi..” Minhwan memetik bunga yang ada disekelilingnya tanpa sepengetahuan Bomi.

“nae?” jawab Bomi ragu-ragu.

Pelan-pelan, Minhwan mengeluarkan setangkai bungan mawar yang ia umpati dibelakang tubuhnya.

“will you be my girl?” Minhwan menyodorkan bunga itu pada Bomi dengan malu-malu.

“nae?”  Bomi menunjukkan wajah kagetnya.

“nae.. kau mau jadi pacarku?” Minhwan mengulangi permntaannya.

“uhm… a-aku…”

“kau mau kan?” Minhwan memastikan Bomi walaupun seperti sedikit memaksa.

“nae.. aku mau” Bomi menundukkan kepalanya.

Minhwan mulai mendekati Bomi dan tanpa aba-aba, Minhwan pu memeluk Bomi dengan senyum yang manis menghiasi wajah tampannya.

“Bomi-ssi, ani, Bomi-ya, gomawo” Minwhan membisikkan rasa terimaksaihnya pada Bomi.

“nae.. Bomi diam-diam tersenyum pada Minhwan.

———————————————-

TO BE CONTINUED..BERSAMBUNG..

Gimana? Makin gaje ya?? Maap ya, di part ini ada adegan kiss nya >< *bow* harap RCL nya bagi para readers setia… tunggu part selanjutnya dengan sabar ya… :3

*mian, kalo banyak Typo dan adegan yang tidak sesuai… *bow* *

Iklan

2 thoughts on “Love @ School -Chapter 2-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s