First Snow

Story by almahonggi99

Yoon Bomi | Do Kyungsoo

Romance, Marriage life

         “Lihat, salju turun!”

“Bomi.. itu..”

“Bomi…  Aku mencintaimu!”

1st December 2013

Hari ini sungguh hari yang cerah. Tapi tampaknya kecerahan ini tidak mempengaruhi sepasang suami istri yang sudah tiga bulan menikah itu.

“Baru tiga bulan kita menikah dan kau sudah tega-teganya mengkhianatiku?”

Yoon Bomi. Wanita itu melempar semua benda yang ada di dekatnya. Majalah, Handphone, Bantal serta beberapa foto melayang membentur kepala dan tubuh Do Kyungsoo, suaminya.

“Sumpah aku tidak mengkhianatimu, Yoon Bomi!”

Susah payah Kyungsoo memastikan kalau istrinya telah salah paham dengannya. Kyungsoo menghampiri istrinya lalu memeluknya lembut. “Aku tidak akan pernah mengkhianati istriku sendiri.”

Bomi tidak membalas pelukan Kyungsoo. Ia membiarkan suaminya memeluknya lembut walau hatinya sudah sangat hancur melihat suaminya memeluk wanita lain di depan sebuah toko perhiasan.

“Kenapa kau memeluk wanita itu jika kau mencintaiku?”

Bomi mulai terisak. Air matanya sangat mengisyaratkan betapa besar Bomi mencintai Kyungsoo. Ia tidak pernah ingin kehilangan Kyungsoo walau bagaimanapun.

“Wanita itu bukan siapa-siapa. Dia..”

“Siapa dia sampai berani memeluk suamiku?”

Bomi masih terisak di sela-sela ucapannya. Ia akhirnya membalas pelukan lembut suaminya. Ia ingin Kyungsoo hanya memeluknya dan tidak wanita lain.

“Dia itu adik sepupuku yang sudah kuanggap seperti adik sendiri.”

Bomi masih terisak. Ada rasa lega di hatinya ketika mengetahui siapa wanita yang berani memeluk suaminya itu.

“Kenapa kau memeluknya di depan toko perhiasan? Kau membelikannya perhiasan tanpa memberitahuku?”

Bomi mengeratkan pelukannya pada suaminya. Menyandarkan kepalanya pada dada suaminya. Sungguh, bagi Bomi dada Kyungsoo yang terbaik. Sangat nyaman dan bidang.

“Dia akan menikah. Aku membantunya mencarikan cincin yang indah untuknya dan calon suaminya.”

“Kenapa adik sepupumu itu tidak memilihnya bersama pacarnya sendiri? aneh…”

Isakan Bomi mulai mereda dan Bomi melonggarkan pelukannya.

“Karena calon suaminya sedang ada tugas ke luar kota, maka dari itu aku menemaninya memilih cincin. Maaf aku tidak memberi tahukan hal ini kepadamu, yeobo.”

Sesal Kyungsoo. Andai saja Kyungsoo mengajak istrinya saat itu, pasti semua ini tidak akan terjadi.

“Maafkan aju juga. Aku terlalu pemarah dan cengeng. Aku tidak tahu kalau wanita itu adalah sepupumu…”

“Aku tidak marah, jadi jangan minta maaf.”

Kyungsoo menghapus air mata Bomi yang masih membasahi pipinnya. Lalu ia mencium bibir Bomi dengan lembut.

“Aku mencintaimu, Yoon Bomi.”

“Aku juga, Do Kyungsoo.”

“Lihat salju turun!” Bomi langsung menghambur ke arah jendela dan menatap butiran-butiran salju mulai berjatuhan. Indah sekali.

“Wah, benar-benar sudah turun. Ini salju pertama kita bukan?”

Kyungsoo menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang dengan lembut.

“Oh iya, kau benar. Ini salju pertama kita sejak kita menikah.”

Bomi menatap wajah suaminya dan mencuri ciuman.

“Ohiya, aku punya hadiah untukmu. Jangan terkejut ya…”

Bomi segera berjalan menuju kamar mandi dan mengambil sesuatu dan menyembunyikannya di balik badannya.

“Apa yang kau sembunyikan, yeobo?”

Kyungsoo mengahmpiri istrinya dan mencoba melihat apa yang disembunyikan istrinya.

“Seharusnya aku menyuruhmu menutup mata dahulu…”

Bomi memasang wajah menyesalnya dan Kyungsoo terkekeh melihat ekspresi lucu istrinya.

“Baiklah aku akan menutup mataku.”

Kyungsoo menutup matanya dan bersiap melihat hadiah dari istrinya.

“Ehem, dalam hitungan ketiga kau baru boleh membuka matamu. Satu.. Dua.. Tiga..”

Kyungsoo membuka matanya dan terkejut melihat benda yang sedang dipegang Bomi.

“Bomi.. itu..”

“Tadaaa!”

“Bomi… apa kau..”

Kyungsoo terkejut melihat sebuah test pack bergaris dua tengah digenggam erat oleh istrinya.

“Aku hamil!” Bomi memamerkan test pack nya pada Kyungsoo yang masih terkejut. Kyungsoo masih tidak mempercayai kenyataan bahwa ia akan menjadi ayah. Cita-citanya akan tercapai.

“Bomi… Aku mencintaimu!”

“Sebenarnya aku akan memberitahukanmu tentang hal ini ketika kau pulang kerja, tetapi aku sudah keburu salah paham… maafkan aku yeobo..”

Kyungsoo merekahkan senyuman terlebarnya. Dia tidak marah karena Bomi salah paham dengannya. Dia sangat mencintai Bomi dan calon anak mereka.

Kyungsoo mengangkat istrinya dan berputar-putar. Senang akhirnya ia bisa menjadi seorang ayah.

Salju pertama dan anak pertama. Sungguh hari ini merupakan hari yang sangat indah bagi Kyungsoo dan Bomi.

Fin

Iklan

5 thoughts on “First Snow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s